Jumat, 30 September 2016

Hypnotherapy Untuk Kesehatan


Apabila Anda atau kerabat Anda mengalami hal ini: sakit pada suatu bagian tubuh yang berulang, sementara pada pemeriksaan fisik maupun penunjang (laboratorium klinis, radiologi dsb) tidak diketemukan adanya kelainan, besar kemungkinan yang Anda atau kerabat Anda alami adalah gangguan psikosomatis.

Psikosomatis berasal dari kata psycho (jiwa) dan soma (tubuh, jasad)yang merujuk kepada keterkaitan antara adanya ketidakberesan dalam keseimbangan jiwa dengan kemunculan gejala sakit yang dirasakan oleh tubuh. Sudah kita kenal istilah mens sana in corpore sano, bukan? Jiwa yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat.Ternyata juga berlaku sebaliknya, tubuh yang sehat dimiliki oleh jiwa yang juga sehat. Ini adalah masalah mind and body connection.

Psikosomatis merupakan salah satu gangguan kesehatan atau penyakit yang ditandai oleh bermacam-macam keluhan fisik. Berbagai keluhan tersebut acapkali berpindah-pindah. Sebagai contoh dalam waktu beberapa hari terjadi keluhan pada pencernaan, disusul gangguan pernafasan pada hari-hari berikutnya. Atau kadang keluhan tersebut menetap hanya pada satu sistem saja, misal hanya pada sistem pencernaan (gangguan lambung). Kondisi inilah yang seringkali menjadi sebab berpindah-pindahnya penderita dari satu dokter ke dokter yang lain ("doctor shopping"). Ada sebagian pasien yang kemudian jatuh pada perangkap medikalisasi, yakni upaya atau tindakan dengan berbagai teknik dan taktik, yang membuat mereka terkondisi dalam keadaan sakit dan memerlukan pemeriksaan maupun pengobatan.

Padahal gangguan psikosomatis ini sebenarnya justru disebabkan dan berkaitan erat dengan masalah psikis/psikososial. Alhasil, dapat terjadi gangguan fisik pada seluruh sistem di tubuh manusia mulai dari sistem kardiovaskular, sistem pernafasan, sistem pencernaan, kulit, saluran urogenital (saluran kencing) dan sebagainya.

GEJALA YANG TAMPAK

Manifestasi klinis psikosomatis yang banyak dijumpai di masyarakat berupa gejala sakit kepala, mudah pingsan, banyak berkeringat, jantung berdebar-debar, sesak nafas, gangguan pada lambung, diare, mudah gatal-gatal dan sebagainya dengan frekuensi yang berulang-ulang.

Dalam ilmu kedokteran jiwa (Psikiatri) kasus semacam ini seringkali ditemukan dengan ciri khas khusus. Yakni penderita merasa yakin bahwa gangguan-gangguan yang dialaminya merupakan rangkaian gejala penyakit tertentu. Penderita merasa kecewa karena meskipun telah melalui konsultasi dan mendapat pemeriksaan dokter ternyata secara medis/fisik tidak ditemukan suatu kelainan. Karena tidak puas, penderita cenderung mengambil inisiatif penyembuhan sendiri yaitu dengan sering berpindah-pindah dokter. Biasanya penderita penyakit psikosomatis menyangkal dan menolak untuk membahas serta mengutarakan problem atau konflik dalam kehidupan yang dialaminya ketika berhadapan dengan dokter. Meskipun sudah didapatkan gejala ansietas (kecemasan) dan depresi pada dirinya.

Keadaan ini tentu sangat merugikan bagi penderita, karena selain terganggu dengan keluhan yang dideritanya, biaya berobat dan biaya pemeriksaan-pemeriksan penunjang lain yang biasanya termasuk dalam rangkaian pengobatan dapat melonjak sangat tinggi. Bahkan secara signifikan hasil penelitian dalam kurun waktu terakhir menunjukkan bahwa hampir 80 % pasien yang datang berobat adalah penderita kasus psikosomatis. Ironisnya, jumlah ini kian bertambah sejalan dengan membengkaknya biaya hidup di segala sektor. Tentunya kita akan berada dalam kondisi yang lebih baik apabila kasus psikosomatis ini dapat ditangani dengan lebih tepat.

Dalam pengertian awam istilah stres sering disalahartikan sebagai suatu penyakit atau gejala yang berhubungan dengan masalah psikis/kejiwaan. Padahal, makna stres itu sendiri-- jika ditinjau dari sudut ilmu kedokteran dan psikologi - adalah respon normal tubuh yang bersifat adaptif terhadap perubahan di lingkungan atau luar tubuh, sebagai stresor, yang menimbulkan perubahan atau mekanisme pertahanan tubuh. Respon tubuh terhadap stresor atau penyebab stres dapat berupa perubahan fisik atau emosi.

Ditinjau dari ilmu Kedokteran dan Psikologi, gejala psikosomatis, menurut awam sering disebut stres, muncul ketika tubuh sudah tidak dapat lagi mengatasi stresor. Peristiwa ini sering juga disebut sebagai Kondisi Distress. Pada tahap inilah biasanya penderita psikosomatis datang ke dokter dengan gejala-gejala sebagaimana disebut di awal tulisan ini.

CARA PENANGANAN

Perkembangan dalam terapi ilmu kedokteran dewasa ini-- sesuai dengan definisi WHO tahun 1994 tentang "konsep sehat"-- adalah sehat secara fisik, psikologis, sosial, dan spiritual, maka terapi pun seyogyanya dilakukan secara holistik. Maksudnya, tidak hanya gejala fisik saja yang ditangani tetapi pemeriksaan pada faktor-faktor psikis yang biasanya sangat mendominasi penderita psikosomatis pun menjadi prioritas. Seorang dokter seyogyanya mampu menyakinkan dan menenangkan penderita penyakit psikosomatis ini sehingga mereka tidak terlalu memikirkan kondisi penyakitnya. Berempati dalam mendengarkan segala keluhan penderita yang berkaitan dengan masalah kehidupan yang dihadapinya sebagai salah satu cara terapi (ventilasi) juga menjadi salah satu tugas dokter dalam menangani penyakit ini. Dengan demikian penderita akan lebih merasa tenang.

Berikutnya adalah re-edukasi dan re-assurance. Ini dimaksudkan untuk meyakinkan dan menjamin penderita bahwa segala masalah yang dihadapi dapat diatasi. Biasanya pada tahap ini peran dokter/psikiater atau rohaniwan sangat membantu.

Selanjutnya berupa anjuran untuk memperbaiki kondisi lingkungan dalam keluarga, sosial ekonomi, dan juga di lingkungan pekerjaannya. Sebab, tidak jarang penyebab masalah psikis adalah orang-orang terdekat di sekitar penderita.

Karena itu, masyarakat wajib memahami sungguh-sungguh masalah psikosomatis ini. Lebih-lebih para praktisi medis. Mereka harus lebih proaktif dan bertindak profesional sehingga masyarakat/pasien tidak (di)-jatuh-(kan) pada pemaksaan terselubung alias medikalisasi.

Karena jelas bahwa psikosomatik adalah masalah gangguan berdasarkan mind and body connection, maka penanganannya harus holistik (terpadu). Hipnoterapi diharapkan mampu menjembatani hubungan antara penyebab psikis di bawah sadar dengan manifestasi klinis pada tubuh.

Apabila ada di antara Anda atau kerabat Anda yang memiliki masalah gangguan psikosomatis / psychosomatic dysorder, mengunjungi dokter yang memahami hipnoterapi adalah atau datang ke seorang Hypnotherapist adalah keputusan yang tepat.

Hubungi
Rumah Sehat Thera Afiat
Jl kelapa sawit raya blok DD no. 15
Kelapa gading
Telp 081114945 99

Kamis, 22 September 2016

Diet sehat melalui Hypnoramping


Jika kamu sedang dalam proses diet, jangan lupa untuk tetap makan 3x sehari, tentu dengan porsi yang berbeda, boleh ngemil dan ngemilnya harus sehat..
Diet bukan berarti pantang makan
Diet bukan berarti menyiksa tubuh
Diet adalah alasan yang tepat untuk kesehatan tubuh
Diet harus menyenangkan.
(Dr.prapti)

Seperti hypnoramping..  adalah cara diet yang menyenangkan melalui hypnotherapy.

Http://hypnoramping.blogspot.com
Http://theraafiat.blogspot.com

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok DD no.15
Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp/wa 08111494599
087883171247
Selamat berdiet ..

Rabu, 21 September 2016

Mengobati Psychosomatis


Psychosomatis

Hipnoterapi Sembuhkan Psikosomatis

Banyak kasus dimana analisa dan segala jenis pemeriksaan oleh dokter menunjukkan seseorang secara fisik tidak mempunyai masalah fisik. Namun pada kenyataannya orang tersebut mengeluh karena sakitnya.

Masalah-masalah emosional yang tidak ditangani adalah penyebab 85% penyakit fisik. Itulah mengapa penanganan penyakit fisik tidak membuahkan hasil yang tuntas karena mengabaikan masalah emosional.

Psikosomatis atau somatisasi adalah gangguan psikis yang tampil dalam bentuk gejala-gejala fisik. Dengan kata lain, psikosomatis adalah penyakit fisik yang disebabkan oleh program pikiran negatif dan/atau masalah emosi seperti stress, depresi, kecewa, kecemasan, rasa berdosa, dan emosi negatif lainnya.

Gangguan psikosomatis atau somatisasi adalah gangguan psikis yang menyebabkan gangguan fisik. Pendek kata, psikosomatik adalah penyakit fisik yang disebabkan oleh pikiran negatif dan/atau masalah emosi.

Masalah emosi itu antara lain rasa berdosa, merasa punya penyakit, stress, depresi, kecewa, kecemasan atau masalah emosi negatif lainnya. Gangguan ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalaminya.

Perlu diketahui bahwa pikiran dapat menyebabkan gejala fisik. Sebagai contoh, ketika seseorang takut atau cemas dapat memacu detak jantung yang cepat, jantung berdebar, merasa sakit, gemetar (tremor), berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, dan bernafas cepat.

Gejala-gejala fisik tersebut melalui saraf otak mengirim impuls tersebut ke berbagai bagian tubuh, dan pelepasan adrenalin ke dalam aliran darah.

Gejala:

Psikosomatis ditandai dengan adanya keluhan dengan gejala fisik yang beragam. Namun umumnya penderita mengalami atau mengeluhkan beberapa gejala berikut:
* mual
* muntah
* sendawa
* sakit perut
* rasa pedih
* kulit gatal
* pusing
* dll.

Salah satu bidang penelitian medis yang telah menghasilkan pandangan besar pada waktu ini telah menjadi bagian dari penyakit Psikosomatis. Menurut pakar katanya ini merupakan penelitian dari "psycho" yang artinya pikiran dan "soma" yang berarti tubuh, dan dalam bidang di mana keduanya berkaitan.

Secara khusus ini merupakan penelitian mengenai berapa penyakit yang dimulai dari pikiran dan akhirnya mempengaruhi tubuh. Ini berhubungan dengan kekacauan yang menyeluruh secara mental dan bukan secara fisik. Ini juga berhubungan dengan interaksi pikiran pada tubuh.

Meskipun banyak mencapai titik terang melalui penelitian baru-baru ini, tetapi masih ada daerah besar yang masih menjadi misteri dan banyak hal yang belum dimengerti. Kenyataan yang telah jelas dan telah dibangun adalah bahwa pikiran memiliki pengaruh yang sangat kuat pada tubuh dan kekacauan secara psikologis sering memanifestasikan dirinya dalam gejala fisik.

Suatu ujian medis biasanya akan mengungkapkan tidak adanya penyebab secara organis, namun gejalanya terus berlangsung. Mereka tidak mengada-ada, atau pasien yang membayangkan dirinya menjadi sakit padahal mereka tidak sakit. Mereka adalah korban dari fenomena psikosomatis yang aneh yang merupakan akibat langsung dari gangguan pikiran dan emosi.

Bagaimana cara membedakan psikosomatis dengan penyakit biasa?

Ciri-cirinya psikosomatis ditandai dengan adanya keluhan dengan gejala fisik yang beragam, antara lain seperti yang anda rasakan yaitu mulai dari pegal-pegal, nyeri di bagian tubuh tertentu, mual, muntah, kembung atau perut tidak enak, sendawa, serta sekujur tubuh terasa tidak nyaman. Tak jarang, ada yang merasa kulitnya seperti gatal, kesemutan, mati rasa, pedih seperti terbakar, dan sebagainya.

Rasa sakit di kepala (seperti migrain), nyeri di bagian dada, punggung dan tulang belakang, linu pada persendian, bahkan sampai rasa nyeri saat berhubungan seks juga bisa saja disebabkan oleh masalah emosi. Keluhan semacam itu bisa berlangsung lama dan berulang-ulang serta berganti-ganti atau berpindah-pindah tempat, dan memang bisa dirasa sangat mengganggu sehingga wajar jika Anda bolak-balik memeriksakan diri ke dokter.

Orang yang mengalami psikosomatis mungkin akan sulit membedakan apakah penyakit yang diderita itu psikosomatis atau disebabkan gangguan organis biasa, apalagi jika masalah emosi/pikiran penyebab sakit itu tidak disadari. Cara paling mudah dan akurat untuk mengetahui apakah suatu penyakit adalah psikosomatis atau sakit biasa adalah dengan hypnosis. Pikiran bawah sadar tahu apa yang terjadi pada Anda.

Hypnotherapist bisa bertanya langsung ke pikiran bawah sadar Anda.

Namun, saran kami: Apabila anda sakit, tetaplah periksa ke dokter. Apabila setelah dilakukan pemeriksaan secara medis tidak ditemukan akar penyebab masalahnya, maka diduga kuat anda mengalami psikosomatis. Begitu pula apabila penyakit-penyakit ringan sering kambuh seolah tak ada hentinya. Kemungkinan anda mengalami psikosomatis.

Gejala psikosomatis bisa saja diringankan dengan obat-obatan semisal penahan rasa sakit. Namun itu hanya menahan sementara, dan gejala penyakit akan muncul kembali berulang-ulang, dan kadang dalam bentuk yang berbeda-beda. Obat-obatan hanya menangani gejala. Selama penyebabnya (program pikiran dan emosi negatif) masih ada, gejala penyakit akan terus timbul.

Maka dari itu anda membutuhkan hypnosis, satu-satunya solusi yang kami tahu paling cepat untuk menyembuhkan psikosomatis. Bagi hypnotherapist, menyembuhkan psikosomatis bukanlah hal yang rumit. Pasien akan dibimbing memasuki kondisi somnambulis (kondisi hypnosis yang dalam) untuk menemukan akar masalah dan kemudian membereskannya.

Apabila masalahnya adalah program pikiran yang salah, berkaitan dengan sistem kepercayaan, salah paham dan sebagainya, maka dilakukan re-edukasi atau pembelajaran ulang agar klien mempunyai pikiran yang benar dan keyakinan baru yang positif. Sedangkan bila sebabnya adalah emosi negatif, seperti depresi, kecewa dan rasa bersalah, maka pikiran bawah sadar dipersilakan menyadari masa lalu sebagai sebuah pelajaran, menerima dirinya sepenuhnya, dan berbahagia dengan kondisi saat ini.

Pengobatan

Ada dua macam pengobatan untuk gangguan psikosomatik, pengobatan fisik dan mental. Pengobatan fisik disesuaikan dengan penyakit yang diderita. Sedangkan perawatan mental dapat dilakukan dengan hipnoterapi, atau dengan bantuan psikolog.

Hipnoterapi merupakan penyembuhan yang aman, alami dan tanpa efek samping. (HermawanGS)

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok DD no.15
Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp/wa 08111494599
087883171247

Http://theraafiat.blogspot.com
Http://hypnotistherapy.blogspot.com

Kamis, 25 Agustus 2016

Tentang Hypnotherapy


*Hypnotherapy / hipnosis*

1. Semua hipnosis ialah self-hypnosis

Pandangan yang salah ialah bila client berpikir bahwa ia akan dihipnosis oleh terapis. Seolah-olah hipnosis ialah sesuatu yang dilakukan oleh hipnoterapis kepada client. Yang benar, hipnosis ialah sesuatu yang dilakukan oleh client kepada dirinya sendiri dengan mengikuti anjuran, saran, sugesti, atau bimbingan terapis.

2. Hipnoterapis hanya sebagai navigator sedangkan client ialah pengemudi

Saat melakukan terapi peran hipnoterapis hanya sebagai navigator yang mengarahkan & membimbing pikiran bawah sadar client untuk melakukan hal tertentu. Bila client tidak bersedia melakukan yang disarankan hipnoterapis maka terapi tidak bisa berjalan dengan baik. Dengan demikian dibutuhkan kerjasama antara hipnoterapis & client. client berperan sebagai co-therapist.

3. client tetap sadar walau telah masuk kondisi trance yang dalam

Banyak yang berpikir bahwa seseorang masuk kondisi hipnosis maka ia akan lupa ingatan atau menjadi tidak sadar, tidak tahu apa yang terjadi di sekitarnya & begitu bangun sdh sembuh. Ini pandangan yang salah. Yang benar, saat dlm kondisi trance, sedalam apapun trance-nya, client tetap sadar & memegang kendali penuh atas pikirannya.

Namun ada juga client yang bersikeras dengan pandangannya yaitu orang dihipnosis akan tidak sadar. Bila hipnoterapis sudah menjelaskan dengan gamblang apa itu kondisi hipnosis & client tetap bersikukuh dengan pandangan atau pemahamannya maka terapi tidak bisa dilanjutkan.

4. Kesembuhan client   sepenuhnya ialah tanggung jawab client, bukan tanggung jawab terapis.

Klien perlu menyadari bahwa tanggung jawab kesembuhan ada pada diri client, bukan pada terapis. Peran hipnoterapis hanya membantu atau memfasilitasi proses terapi dengan menggunakan sumber daya yang ada dlm diri client untuk kesembuhan client.

Ada client, pada level pikiran bawah sadar, bersikeras tidak ingin sembuh dari masalahnya karena ternyata ia mendapat keuntungan dari masalah yang dialaminya. hipnoterapis sudah tentu dapat melakukan edukasi ulang pikiran bawah sadar client. Namun bila client bersikeras tidak atau belum bersedia sembuh maka hipnoterapis harus menghargai keputusan ini.

5. client datang atas keinginan atau kesadarannya sendiri.

Untuk mengatasi suatu masalah dibutuhkan motivasi yang tinggi dari client. Semakin tinggi motivasinya maka akan semakin mudah client   sembuh. client yang datang kehipnoterapis dengan motivasi yang tinggi sebenarnya sdh sembuh. Tugas hipnoterapis tinggal melakukan sentuhan akhir saja.

Namun yang seringkali terjadi client datang bukan atas kemauan atau kesadarannya sendiri namun karena rayuan, bujukan, desakan, paksaan, & atau ancaman orang lain. Bila ini yang terjadi dapat dipastikan client tidak akan sembuh.

6. client mengijinkan dirinya untuk diterapi.

Ada client yang karena alasan tertentu tidak mengijinkan dirinya untuk diterapi. Alasannya bisa takut, merasa tidak nyaman, tidak percaya sama terapis, pandangan atau pemahaman yang kurang tepat mengenai hipnoterapi, atau client menemui hipnoterapis bukan atas kesadaran & keinginannya sendiri.

Agar hasil terapi bisa maksimal maka harus ada niat sungguh-sungguh dari client untuk berubah atau keluar dari masalah.

7. client terbuka & jujur

Keterbukaan & kejujuran dlm berkomunikasi & mengungkap berbagai data yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah ialah hal yang sangat penting. client, dlm kondisi hipnosis, tetap sadar & dapat mengendalikan pikirannya sepenuhnya. Ia dapat berbohong atau tidak mengungkap data penting yang dibutuhkan.

8. client percaya pada terapis

Bila client, karena alasan tertentu, merasa kurang yakin atau percaya pada hipnoterapis maka sebaiknya jangan melakukan terapi. Ketidakpercayaan atau perasaan ragu terhadap hipnoterapis sangat menghambat proses terapi. client berhak memutuskan tidak melanjutkan terapi.

9. client pasrah & ikhlas menjalani bimbingan terapis

Kepasrahan & keikhlasan ialah hal mutlak. client   bersikap pasif, reseptif, & mengijinkan terapi berjalan tanpa ia perlu melakukan upaya secara sadar. Hipnoterapi bukan cognitive therapy. Hipnoterapi ialah terapi yang dilakukan dlm kondisi atau dengan bantuan kondisi hipnosis.

Untuk bisa masuk ke pikiran bawah sadar yang dibutuhkan ialah niat, kepasrahan, & keikhlasan. Semakin pasrah semakin baik. Bila client berusaha atau berupaya untuk bisa tance maka semakin ia berusaha akan semakin tidak bisa. Trance ialah sesuatu yang terjadi secara alamiah & tidak membutuhkan upaya sadar.

10. client jelas aspek apa yang ingin diatasi dengan hipnoterapi.

Ada client yang datang kehipnoterapis namun tidak jelas apa yang ingin diterapi. Ketidakjelasan ini membuat pikiran bawah sadar bingung & tidak bisa fokus membantu client dlm proses terapi.

11. dlm satu sesi hipnoterapi hanya satu aspek saja yang dibereskan.

Ada client, mungkin karena ingin hemat biaya, meminta hipnoterapis membereskan beberapa masalah dlm satu sesi terapi. Untuk terapi yang efektif dibutuhkan pikiran yang fokus serta target & prioritas yang jelas. Untuk itu client perlu menetapkan dengan hati-hati & jelas apa masalah paling utama & penting untuk dibereskan di sesi hipoterapi. & yang juga perlu diingat yaitu satu sesi hipnoterapi berlangsung sekitar 2 jam.

Biasanya bila waktunya masih cukup maka hipnoterapis bisa membantu client mengatasi masalah lain. Jadi, dlm satu sesi sebaiknya fokus pada satu masalah saja.

12. Hipnoterapi ialah kontrak upaya bukan kontrak hasil

Terapis tidak boleh memberikan jaminan atau garansi kesembuhan. Hal ini juga berlaku bagi healing professional lain seperti psikiater, dokter, psikolog, & konselor. Dengan demikian bila ada client yang meminta jaminan atau garansi kesembuhan maka client seperti ini tidak bisa dilayani.

13. Hipnoterapi bukan pil ajaib / client tidak over-ekspektasi

Walau hipnoterapi terbukti secara klinis & empiris sangat efektif untuk mengatasi berbagai masalah yang berhubungan dengan mental & atau emosi, namun sama halnya teknik terapi lainnya hipnoterapi juga punya keterbatasan. Proses terapi membutuhkan waktu.

14. Komit menjalani hingga 3 sesi konsultasi & atau terapi

Klien perlu komit untuk menjalani terapi antara satu hingga tiga sesi. Komitmen awal ialah untuk 2 sesi. Satu sesi berlangsung selama 2 (dua) jam. Bila masih dibutuhkan terapi bisa dilanjutkan hingga 3 sesi.

Pada sesi pertama, bila hipnoterapis menilai client siap, maka bisa langsung dilakukan terapi. Namun bila hipnoterapis menilai client belum siap maka hanya akan dilakukan konsultasi atau konseling.

Komitmen ini sangat penting mengingat dlm proses terapi hipnoterapis dan juga client tidak dapat memprediksi data apa yang akan diungkap oleh pikiran bawah sadar client. Seringkali terjadi masalah yang tampaknya sepele & mudah diatasi ternyata ialah simtom dari satu akar masalah yang sangat serius yang membutuhkan beberapa sesi terapi agar tuntas.

Apa akibatnya bila terapi hanya dilakukan satu sesi padahal belum tuntas?

Yang terjadi ialah client   bisa menjadi semakin labil & justru akan semakin bermasalah. Ibaratnya seorang dokter bedah yang telah membuka perut pasien namun tidak menutup rapat bekas bukaan operasi ini. Akibatnya bisa sangat fatal.

15. client datang kehipnoterapis untuk terapi, bukan untuk melawan, menguji, atau ingin mengalahkan terapis

Ada client yang melakukan therapy shopping. Ia bangga telah diterapi banyak hipnoterapis namun tidak sembuh. Pola pikir client tipe ini ialah ia kehipnoterapis bukan untuk mencari bantuan menyembuhkan masalahnya namun ia ingin menguji atau mengalahkan terapisnya.

Ada juga client yang bangga bila terapisnya gagal menghipnosis dirinya. Ia merasa lebih unggul atau kuat dibanding terapisnya.

16. client tidak menganalisa

Ada client yang ingin diterapi & sekaligus ingin “belajar” teknik yang digunakan terapis. Akibatnya, ia tidak bisa masuk ke kondisi hipnosis & terapinya tidak berhasil.

Klien tipe ini rugi dua kali. Pertama, ia sdh bayar mahal untuk menjalani terapi namun tidak ada hasilnya. Kedua, ia tidak dapat mengerti apa yang dilakukan hipnoterapis karena client   tidak belajar teori & teknik yang digunakan hipnoterapis.

Keingintahuan client   membuat pikiran sadarnya tetap aktif karena melakukan analisa. Hal ini menghambat proses induksi sehingga ia tidak bisa berpindah dari kesadaran normal ke kondisi trance.

17. client mampu berkomunikasi secara verbal

Komunikasi verbal sangat penting dlm hipnoterapi. Setelah proses induksi biasanya client akan menutup mata sampai hipnoterapis selesai dilakukan. hipnoterapis berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar client   secara verbal.

Untuk itu client harus bisa memahami bahasa yang digunakan terapis. Bila misalnya hipnoterapis menggunakan bahasa Indonesia & client kurang cakap berbahasa Indonesia maka terapi tidak bisa dilakukan dengan efektif.

Hambatan lain ialah bila, misalnya, client mengalami masalah pendengaran yang mengakibatkan komunikasi antara client dan hipnoterapis menjadi tersendat.

18. client tidak di bawah pengaruh obat penenang

Klien yang sedang di bawah pengaruh obat penenang biasanya akan sulit diinduksi. Namun dengan teknik induksi khusus client   tipe ini tetap dapat masuk kondisi trance. Hambatan lain akibat pengaruh obat penenang yaitu perasaan client menjadi tumpul. client   tidak dapat merasakan emosinya padahal emosi inilah yang akan diproses dlm terapi.

Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Salam Kesadaran Jiwa Sehat Indonesia.

Dede Mustafa
Mind therapist

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok DD No. 15
Kelapa Gading
Jakarta utara

Telp 08111494599
087883171247

Rabu, 03 Agustus 2016

Emotional Healing Jarak Jauh


EMOTIONAL HEALING JARAK JAUH

Teman2 saya mau coba share kasus emosinal yg saya tangani secara jarak jauh dengan teknik Miroring.

Teknik kasus emosional yg saya tangani untuk pasien jarak jauh biasanya dengan menarik jiwa seseorang dan saya masukan kedalam diri saya lalu saya"washing" lalu saya kembalikan ke pasien.Tapi kali ini yg saya lakukan adalah secara interaktif dimana pasiennya bisa merasakan step2 perubahannya.

Suatu sore saya di WA teman yg tinggal di Bandung dan dia mearasa galau dan tidak tau apa sebetulnya masalahnya.Pokoknya hatinya lagi kacau suasananya.

Saya katakan kalau orang mau tenang sejenak pasti dia akan tau apa yg jadi masalahnya. Karena teman saya belum bisa mendapat jawabannya maka saya pandu dari jarak jauh.

Setelah pengklasifikasian akhirnya teman saya bisa tau apa penyebabnya. cuma dia tidak mau cerita secara detail. Saya bilang nggak apa2 nanti saya bantu penyelesaiannya.

Saya pakai teknik miroring yg di Medical chikung diajarkan di tingkat advance. saya membimbing pasien masuk dalam kondisi sakitnya. Setelah itu saya baru mulai membersihkan "Emosional energy blokages"(EEB). Kalau kita peka maka EEB ini bisa kita rasakan di tulang belakang.

Yang agak mengejutkanketika proses healing pasiennya sampai muntah. dan proses ini dilakukan 2 hari berturut turut. Hari pertama skala galaunya dari 8 turun ke skala 4 dan hari kedua turun ke skala 1.
Semoga bermanfaat. (James)

Selasa, 02 Agustus 2016

Thera Energy Healing


- Bagaimana anda bisa mengaktifkan simpul-simpul energi yang ada ditubuh bioplasmik anda, sehingga kekuatan mikro kosmos yang ada diri anda terhubung berinteraksi dengan kekuatan makro kosmos alam semesta, yang menghasilkan kekuatan energi yang powerfull, yg bisa anda manfaatkan sesuai kebutuhan anda, untuk kesehatan, usaha, karir dan kemajuan hidup lainnya?

- Bagaiman anda dapat memanfaatkan kekuatan energi untuk penyembuhan diri sendiri dan orang lain, penyakit medis maupun non medis, baik jarak dekat maupun jarak jauh?

-  Bagaimana Anda dapat memanfaatkan kekuatan energi untuk mediagnosa/mendeteksi penyakit, mendeteksi obyek nyata maupun obyek metafisika?

-  Bagaimana Anda dapat memanfaatkan kekuatan energi untuk melindungi subyek atau obyek dari kejahatan?.
-  Bagaiman anda dapat memanfaatkan kekuatan energi agar keinginan anda mudah terwujud nyata?.

Ikuti 2hari Workshop
*"Thera Energy Healing"*

Sabtu & minggu
27,28 Agustus 2016
Jam 09.00 s/d 17.00 WIB.
Hotel Bumi wiyata
Jl, margonda raya DEPOK
Jawa Barat.

Fasilitas :
- Makan siang, cofee break 2x.
- Modul materi
- Sertifikat

Biaya pelatihan : Rp.3,5 juta

Early bird
Bagi yang Daftar dan membayar sebelum tgl 7 Agustus 2016
Cukup membayar Rp.2,750,000,- saja.

Trainer :
Dede Mustafa
Verri Jaya Priyana

Bagi terapis bisa menambah kemampuan anda dalam menangani berbagai masalah klien, dan dengan thera energy healing Anda dapat melindungi diri Anda sebagai terapis dari berbagai energi negatif, vibrasi negatif klien.

Hubungi kami segera untuk  membantu Anda menemukan sesuatu keistimewaan  di dalam diri Anda.

The Thera Institute Of Indonesia
Education for therapists
Kelapa Gading Jakarta
08111494599
085310400593

Jumat, 01 Juli 2016

Hypno Slimming Thera Afiat

Sebelumnya emang udah putus asa gara2 berat badan yg naik drastis pasca melahirkan.. Size baju juga jadi XXL 😂 Lalu,saya cari cara dg banyak cari info bagaimana diet supaya cepat kurus. Dari minum obat sampe pake produk yg harganya jutaan sepaket. Cepet turunnya,tapi cepet juga naiknya.

Akhirnya,ketemu juga nih sama Hypnoslimming dari Master Verri - Rumah Sehat Thera Afiat. Saya pelajari,saya baca,saya fahami dan saya lakukan. Hasilnya sungguh diluar dugaan. Berat badan turun,gak pake lemes,gak pake kleyengan pula 😁 dari 62 kg sekarang 56.. Horeeeee 😄😄

Setelah melakukan diet dg hypnoslimming porsi makan terjaga,makan dikit berasa kenyang. Karena diet yg baik itu bukan menyiksa badan lho,lakukan diet yg tepat dan aman,salah satunya pake hypnoslimming ini,Insya Allah hasilnya permanent.

Salam sehat semua 😊

Http://hypnoramping.blogspot.com
Http://theraafiat.blogspot.com

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok DD no.15
Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp/wa 08111494599
087883171247